Monday, February 27, 2017

MAKALAH ARTI PENTING ILMU PENDIDIKAN

MAKALAH ARTI PENTING ILMU PENDIDIKAN




Disusun oleh:
1.      Ihda Rosyidatul Ulum
2.      Nurul Nikmatun
3.      Ike Cahyanti
4.      Ahmad Ainurrizal
5.      Andi Rismanto

Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan





UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU)
JEPARA

TAHUN 2014/2015




KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat  menyelesaikan makalah bertema ”Akhlak dan ruang lingkupnya” sebagai salah satu tugas kelompok mata kuliah Akhlak

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami mendapatkan begitu banyak bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada siapa saja yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat dalam segala bentuk belajar mengajar, Sehingga dapat mempermudah pencapaian tujuan pendidikan nasional. Namun makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu saya mengharap kritik dan sarannya yang akan menjadikan makalah ini lebih baik.



Jepara,  Maret 2015
Penyusun










BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa  melalui bimbingan yang optimal terhadap anak-anak (peserta didik) dengan tujuan ke arah pendewasaan. Maksudnya adalah pendidikan itu harus merupakan suatu usaha sadar, memiliki makna bahwa pendidikan diselenggarakan dengan rencana yang matang, mantap, sistemik, menyeluruh, berjenjang berdasarkan pemikiran yang rasional objektif disertai dengan kaidah untuk kepentingan masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya. Dan dalam pendidikan itu harus  adanya unsur kesengajaan dalam penerapannya. Pendidikan tidak akan bermakna atau berhasil dengan baik kalau dilaksanakan dengan main-main tanpa keseriusan atau kesadaran dalam penyelenggaraannya. Selain itu, pendidikan itu dilakukan oleh orang dewasa. Dewasa di sini bukan hanya dari segi usia, tetapi dewasa dalam artian yang luas, yang meliputi pengetahuan, keahlian, sikap dan tingkah laku. Mustahil pendidikan dapat dilakukan oleh orang yang tidak berilmu, atau tidak mempunyai suatu pengetahuan atau keahlian tertentu. Dan pelaku pendidikan harus mempunyai sikap dan tingkah laku yang dapat dijadikan teladan oleh peserta didiknya.
Dalam melaksanakan suatu proses pendidikan haruslah dilakukan dengan bimbingan yang optimal oleh pendidik terhadap peserta didik. Bimbingan yang dimaksud dimaknai sebagai pemberian bantuan, arahan, petunjuk, nasehat, penyuluhan, dan motivasi yang diberikan kepada peserta didik dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin timbul dalam mengembangkan kemampuannya. Cara yang terbaik ditempuh adalah dengan jalan memberikan pengertian dan kasih sayang kepada peserta didik. Dengan bimbingan yang baik makna pendidikan akan lebih dirasakan oleh peserta didik. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bahwa pendidikan harus mempunyai tujuan yang jelas atau tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengembangkan kemampuan atau potensi individu peserta didik sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya di masa yang akan datang, baik fisik, intelektual, emosional, sosial, moral dan spiritual. Tujuan pendidikan ke arah pendewasaan. Maksudnya di sini adalah ke arah pembentukan kepribadian manusia, yaitu pengembangan manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk religius. Jadi pendidikan itu harus mampu/bercita-cita menjadikan manusia (perserta didik) menjadi manusia yang mempunyai kepribadian yang baik, mampu beriteraksi dengan sesama, bersusila, dan memiliki nilai-nilai keagamaan dalam kehidupannya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa arti penting ilmu pendidikan ?
2.      Apa tujuan dari ilmu pendidikan ?
3.      Apa manfaat ilmu pendidikan ?
4.      Apa saja ruang lingkup ilmu pendidikan ?

C.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui arti penting ilmu pendidikan
2.      Mengetahui tujuan dan manfaat ilmu pendidikan
3.      Mengetahui ruang lingkup ilmu pendidikan

D.    Manfaat Penulisan
Pembaca dapat mengetahui tentang arti penting, tujuan, manfaat dan ruang lingkup ilmu pendidikan







BAB II
ISI

A.    Arti Penting Ilmu Pendidikan
Mengapa ilmu pendidikan diperlukan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa ilmu pendidikan sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa ilmu pendidikan akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan ilmu pendidikan sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.

B.     Tujuan Ilmu Pendidikan
Tujuan dari ilmu pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan ini jangan terus dikurung dalam artian pada kemapanan materi dari pandangan kita sebagai seorang pendidik sejati, tapi hakikatnya adalah menjadikan kesuksesan itu sebagai keberhasilan dalam menanamkan pada diri seseorang kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan mengaplikasikan seperti misalnya mematuhi norma-norma yang ada pada masyarakat. Intinya, menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.
Mengenai syarat suatu ilmu harus mempunyai tujuan tersendiri, pendidikan juga sudah ada persyaratan itu. Seperti kita ketahui, tujuan Ilmu Pendidikan sudah tercantum pada dokumen-dokumen sejumlah negara. Di Indonesia, tujuan pendidikan itu bisa dibaca pada Undang-Undang RI No.2 Tahun 1989, pada setiap GBHN, dan pada sejumlah Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan. Secara garis besar, tujuan Ilmu Pendidikan itu adalah untuk mengembangkan individu baik jasmani maupun rohani secara optimal, agar mampu meningkatkan hidup dan kehidupan diri, keluarga, dan masyarakatnya.

C.     Manfaat Ilmu Pendidikan
Pertama, guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa, diantaranya siswa dapat terpenuhi rasa ingin tahunya. Karena itu guru dapat membangkitkan dan mengelola rasa ingin tahu siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya bercerita atau menerangkan mata pelajaran tapi juga memberikan stimulus daya berpikir kritis siswa melalui ketrampilan bertanya dan uji coba. Dalam hal ini, indikator kinerjanya, Guru  dapat menentukan posisi kemampuan siswa dilihat dari sudut ketuntasan belajar yang ditetapkan, merancang program  remidial bagi siswa yang dibawah KKM dan merancang program pengayaan bagi siswa yang mencapai KKM.
Lalu, siswa diharapkan memiliki keberanian berpendapat dan kemampuan menyelesaikan masalah. Guru mampu mendesain metode pengajarannya yang membuat siswa aktif berpendapat atau menjawab ragam soal/permasalahan pengetahuan lengkap dengan alasannya. Sehingga siswa berani berpendapat dari berbagai macam sudut pandang, mampu menyatakan pendapat tanpa rasa takut salah, cemas atau ditertawakan guru dan temannya. Sekaligus siswa dapat dihargai pendapat orisinalitasnya dalam mengajukan pemikiran dan pemecahan masalah yang berbeda dari teman temannya. Indikator kinerja, Guru dapat merefeleksi diri dengan menganalisa potensi kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilaksanakan, menentukan bagian pembelajaran yang harus diperbaiki serta terus mengembangkan diri dalam peningkatan profesi sebagai pendidik.
Selanjutnya, siswa merasa gembira dalam kegiatan belajarnya. Guru menghargai imajinasi siswa, rasa humor, serta bakat yang dimiliki siswa, walaupun siswa memiliki kelemahan pada satu atau berbagai mata pelajaran. Tujuannya agar siswa memiliki rasa percaya diri dan perasaan berharga dari bakat atau kemampuan yang menonjol pada satu  atau beberapa bidang studi akademik maupun non akademik yang dikuasainya. Indikator kinerja, Guru dapat memotivasi dan memfasilitasi  siswa untuk melakukan berbagai kegiatan belajar yang bersifat kreatif dan interaktif. Memberi penguatan dalam pembelajaran serta memberi kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang dialaminya.
Sedangkan manfaat kedua adalah guru dapat memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian siswa dan merefleksikannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, muara yang diperoleh adalah (1) siswa memiliki kepribadian mantap dan memiliki rasa percaya diri. Seorang guru dapat mengakui dan menerima setiap keunikan dan perbedaan setiap siswanya tanpa dibeda-bedakan, baik prestasi atau latar belakang lainnya. Selanjutnya diarahkan menuju etika universal yang disepakati bersama, sehingga siswa merasa diperlakukan adil dan bijaksana. Indikator kinerjanya, Guru dapat menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang telah dipilih seperti memilih dan merancang media dan sumber belajar, merancang pengalaman belajar (tatap muka, terstruktur dan mandiri) untuk kompetensi optimal siswa. (2) Siswa memiliki sopan santun dan taat pada peraturan. Guru dapat menjadi teladan dalam berperilaku baik dalam ucapan dan tindakan. Kemampuan guru untuk menciptkan iklim 'Fair' dan disiplin dalam kegiatan belajarnya akan menciptakan rasa hormat siswa. Indikator kinerjanya, Guru dapat menerapkan dan memanfatkan berbagai teori pembelajaran seperti behavioristik, kognitif sosial atau lainnya sesuai kondisi siswanya. (3) Dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa dan mudah beradaptasi. Guru dapat menciptakan suasana kondusif dalam kegiatan belajar guna membangun keberanian dan kemampuan nyata siswa dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Indikator kinerjanya, Guru dapat memilih strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai dan materi pembelajaran.

D.    Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan
Ruang lingkup dari ilmu pendidikan ini mencakup semua manusia tanpa terkecuali, dikarenakan memang ilmu pendidikan itu sangat penting bagi kita, terlebih bagi para calon pendidik. Ilmu pendidikan akan sangat membantu para pendidik nantinya dalam mendidik orang lain.
Menurut Made Pinarta (2006: 7), Ilmu Pendidikan dibentuk oleh sejumlah cabang ilmu yang terkait satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan. Masing-masing cabang ilmu pendidikan dibentuk oleh sejumlah teori. Cabang-cabang ilmu pendidikan yang dimaksud adalah:
a.       Pendidikan Teoretis
b.      Sejarah Pendidikan dan Perbandingan Pendidikan
c.       Pengembangan Kurikulum
d.      Didaktik Metodik atau Proses Belajar Mengajar
e.       Media dan Alat Belajar
f.       Komunikasi dan Informasi Pendidikan
g.      Bimbingan dan Konseling
h.      Evaluasi Pendidikan
i.        Profesi dan Etika Pendidik
j.        Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan
k.      Organisasi dan Menejemen Pendidikan
l.        Statistik dan Penelitian Pendidikan
Cabang-cabang ilmu pendidikan ini, suatu ketika sangat mungkin akan berkembang menjadi ilmu tersendiri. Bila kita perhatikan cabang-cabang Ilmu Pendidikan di atas, tampak dengan jelas merupakan sesuatu yang sistematis. Butir 1 dan 2 menjelaskan tentang Ilmu Pendidikan secara global atau menyeluruh. Butir 3 sampai dengan 6 membahas tentang bahan dan prosesing pendidikan. Butir 7 sampai dengan 8 membahas tentang faktor menunjang proses pendidikan. Butir 9 khusus tentang pendidik. Butir 10 sampai dengan 12 membahas tentang penyelenggaraan pendidikan. Dan butir 13, membahas tentang alat –alat mengembangkan ilmu pendidikan. Di samping sistematika tersebut di atas, ada masing-masing cabang itu sendiri juga materinya tersusun secara sistematis.


























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ilmu pendidikan sangat penting karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa ilmu pendidikan akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak.
Tujuan dari ilmu pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.
Manfaat ilmu pendidikan yaitu pertama, guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa. Sedangkan manfaat kedua adalah guru dapat memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian siswa dan merefleksikannya dalam proses pembelajaran.

B.     Saran
Kita sebagai calon guru atau sebagai calon pendidik, yaitu orang yang akan memberikan pemahaman kepada para peserta didik dituntut atau harus mengerti dan mempunyai ilmu tentang pendidikan, supaya nanti kedepannya ketika kita mendidik orang lain dapat memberikan pemahaman atas apa yang kita ajarkan kepada peserta didik dengan tidak terlalu sulit

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya dan orang yang mendengarkannya. Tentunya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan, maka dari itu kamu akan menerima kritikan-kritikan atau saran-saran para pembaca maupun pendengar demi kesempurnaan makalah kami ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://makalahs1.blogspot.com/2012/12/pendidikan-pedagogik.html

Anne Ahira. 2009. Mengenal Ilmu Pendidikan. Tersedia pada http://www.anneahira.com/ilmu/ilmu-pendidikan.htm.

http://mts11099.blogspot.com/2012/06/pedagogi.html

No comments:

Post a Comment